Dolar Australia Dinilai Masih Terlalu Tinggi

INILAHCOM, Sydney – Penurunan dolar Australia membantu ekonomi lokal menyesuaikan dengan berakhirnya “booming” investasi pertambangan. Namun posisi saat ini terbilang masih terlalu tinggi.

Juru bicara bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA), mengatakan hal itu Rabu (11/3/2015). Asisten Gubernur RBA Christopher Kent mengatakan dolar Australia telah terdepresiasi hampir 20 persen dari tingkat tertingginya pada pertengahan 2013 dan membantu ekonomi menyesuaikan.

Namun, Kent terus mendukung komentar RBA sebelumnya, yang menyerukan nilai mata uang lebih rendah. Dia mengatakan sektor pariwisata dan pendidikan Australia akan menjadi lebih kompetitif sebagai akibat dari dolar Australia yang lebih rendah.

“Sementara depresiasi yang dilihat sampai saat ini akan sangat membantu, penilaian kami adalah bahwa nilai tukar kita masih relatif tinggi mengingat keadaan ekonomi kami secara keseluruhan,” Kent mengatakan pada sebuah konferensi.

Dia bertahan nilai tukar yang lebih rendah, upah yang kompetitif dan produktivitas yang lebih baik adalah bagus bagi perekonomian.

Namun dia mengatakan “ekonomi saat ini beroperasi agak di bawah kapasitas produktifnya.” “Perkiraan peningkatan bertahap dalam pertumbuhan permintaan dan pekerjaan, dan akhirnya peningkatan investasi bisnis non-pertambangan, didukung oleh tingkat suku bunga yang sangat rendah,” katanya. [tar]


Distribusi: Inilah.com – Pasarmodal

Speak Your Mind

*

*