Dolar AS Tembus Rp 13.000, BUMN Ini Untung Besar

Jakarta -Nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan rupiah ini membuat pelaku usaha ketar-ketar.

Namun tidak semua perusahaan mengalami kesulitan gara-gara dolar AS yang melonjak. Melemahnya rupiah justru dipandang positif oleh PT Timah Tbk (TINS).

Perusahaan tambang pelat merah ini akan memetik keuntungan yang tidak sedikit dari menguatnya dolar AS. Pasalnya, pendapatan BUMN tambang itu 100% berbentuk dolar AS sedangkan pengeluaran atau biaya operasi dalam rupiah.

“Kalau Timah, pelemahan rupiah justru menguntungkan karena 100% pendapatan dalam dolar sedangkan cost dalam rupiah,” kata Sekretaris Perusahaan Timah Agung Nugroho kepada detikFinance, Rabu (11/3/2015).

Meski dapat keuntungan lebih dari pelemahan rupiah, tapi Timah masih terkendala harga jual komoditas yang rendah.

“Yang baik kurs melemah dan harga sesuai ekspektasi. Saat ini kita hanya mendapatkan untung dari pelemahan rupiah. Harga timah sekarang US$ 18.000 sedangkan ekspektasi kita US$ 20.000 sampai US$ 22.000 per ton,” jelasnya.

Berbeda dengan Timah, BUMN bidang transportasi seperti PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) justru mengalami kondisi sebaliknya. Garuda terkena dampak negatif dari pelemahan nilai tukar. Next

(feb/ang)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


Distribusi: finance.detik

Speak Your Mind

*

*