Dolar AS Melemah Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

Kamis, 17 Desember 2015 | 07:32 WIB

Ilustrasi mata uang dolar. REUTERS/Guadalupe Pardo

TEMPO.CO, WASHINGTON -Kurs dolar Amerika Serikat  melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada Rabu (Kamis pagi WIB), menyusul keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun, mengupas keuntungan yang dibuat segera setelah pengumuman.

Bank sentral AS pada Rabu 16 Desember 2015 memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, menandai berakhirnya era pelonggaran kebijakan moneter yang luar biasa.

Mengingat peningkatan yang cukup besar dalam kondisi-kondisi pasar tenaga kerja tahun ini dan bahwa pihaknya cukup yakin bahwa inflasi akan naik, bank sentral memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga federal funds menjadi 0,25%–0,5%, The Fed mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari pada Rabu.

Menurut pernyataan itu, mengingat kekurangan inflasi saat ini dari target bank sentral dua persen, The Fed mengharapkan bahwa perkembangan kondisi-kondisi ekonomi akan menjamin kenaikan “hanya bertahap” pada suku bunga acuannya.

Para analis mengatakan kalimat The Fed yang mengisyaratkan bahwa ia akan mengikuti kecepatan kenaikan suku bunga secara bertahap membebani greenback. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,28% menjadi 97,940 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi US$1,0968 dari US$1,0918 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi US$1,5054 dari US$1,5043 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi US$0,7253 dari US$0,7195.

Dolar AS dibeli 121,89 yen Jepang, lebih tinggi dari 121,76 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9835 franc Swiss dari 0,9903 franc Swiss, dan naik ke 1,3773 dolar Kanada dari 1,3729 dolar Kanada, demikian Xinhua.

ANTARA


Distribusi: Tempo.co News Site

Speak Your Mind

*

*