Dolar AS Melemah pada Banyak Mata Uang

Rabu, 02 Maret 2016 | 17:44 WIB

Ilustrasi mata uang dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta – Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada Selasa, 2 Maret 2016, meski sejumlah data ekonomi yang keluar dari negara itu positif.

Indeks manufaktur AS tercatat 49,5 persen pada Februari, meningkat 1,3 persent dari angka Januari 48,2 persen dan melampaui ekspektasi pasar, demikian dikatakan analis Institute Supply Management (ISM), Selasa, 2 Maret 2016.

Data ekonomi AS keluar bervariasi baru-baru ini. National Association of Realtors mengatakan pada Senin bahwa Indeks Penjualan Pending Home (rumah yang pengurusannya belum selesai) di AS, turun 2,5 persen menjadi 106,0 pada Januari dari revisi naik 108,7 pada Desember. Perkiraan terbaru berada di bawah konsensus pasar naik 0,5 persen.

Menurut estimasi kedua yang dirilis Jumat oleh Departemen Perdagangan, AS produk domestik bruto (PDB) meningkat pada tingkat tahunan sebesar 1,0 persen pada kuartal keempat 2015, mengalahkan konsensus pasar 0,4 persen.

Dalam perkiraan sebelumnya, peningkatan PDB riil untuk kuartal keempat 2015 adalah 0,7 persen.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,0865 dolar dari 1,0883 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3962 dolar dari 1,3916 dolar. Dolar Australia naik ke 0,7181 dolar dari 0,7140 dolar.

Dolar dibeli 114,06 yen Jepang, lebih tinggi dari 112,83 yen pada sesi sebelumnya. Greenback turun menjadi 0,9998 franc Swiss dari 0,9990 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3394 dolar Kanada dari 1,3517 dolar Kanada.

ANTARA


Distribusi: Tempo.co News Site

Speak Your Mind

*

*