Dolar AS Hampir Rp 12.000, Ini Kata Menkeu Chatib

Jakarta -Beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung melemah dan berada di kisaran Rp 11.900 per dolar AS. Menurut Chatib Basri, Menteri Keuangan, hal ini tidak lepas dari perkembangan di Negeri Paman Sam.

“Nilai tukar kita yang hampir Rp 11.900 itu praktis karena mengunggu hasil rapat dari The Fed (The Federal Reserves/bank sentral AS),” kata Chatib kala ditemui di kantor pusat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Rabu (17/9/2014).

Pelaku pasar, lanjut Chatib, tengah menunggu kepastian kebijakan moneter yang akan ditempuh The Fed. Ada kemungkinan suku bunga di AS akan dinaikkan tahun depan, sehingga investor akan kembali ke pasar AS.

“Jadi, situasi ke depan yang akan dihadapi Indonesia di tahun 2015 bukan suatu yang mudah. Ada kemungkinan mengenai normalisasi kebijakan moneter di AS, dan itu berpengaruh pada nilai tukar,” kata Chatib.

Mengutip data Reuters, nilai tukar rupiah saat ini tercatat Rp 11.922 per dolar AS. Kemarin, nilai tukar rupiah sempat hampir menyentuh Rp 12.000 per dolar AS, yaitu di Rp 11.981 per dolar AS.

Dalam risetnya hari ini, Trust Securities menyebutkan nilai tukar rupiah masih akan bergerak dalam tren melemah. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia, karena dolar AS menguat dibandingkan mata uang dunia.

“Melemahnya yuan, yen, poundsterling, dan dolar Australia memberikan kesempatan bagi dolar AS melaju tanpa hambatan. Rupiah kami perkirakan masih melaju di atas level support Rp 11.903 per dolar AS,” sebut riset itu.

(hds/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


Distribusi: finance.detik

Speak Your Mind

*

*