Dibuka Melemah, IHSG Terkoreksi Di Awal Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini dibuka melemah. Hari ini (4/6) indeks tercatat turun 0,1% menjadi 4,933.12. Indeks bergerak melemah setelah perdagangan kemarin mengalami penguatan (baca : Denyut Bursa Saham Indonesia, IHSG Lanjutkan Rally Ikuti Arahan Bursa Regional ) .

Dari 495 saham yang diperdagangkan, sebanyak 80 saham menguat, 63 saham melemah, dan sisanya stagnan.

Sektor yang mengalami penguatan antara lain aneka industri, diikuti kenaikan di sektor konstruksi, perdagangan, dan industri dasar, manufaktur, dan perdagangan. Sementara barang konsumer, agrikultur, keuangan, dan infrastruktur berada di zona merah.

Sementara itu pagi ini rupiah diperdagangakan dengan bergerak melemah. Penguatan dollar AS mendesak posisi rupiah di tengah minusnya performa perdagangan domestik Indonesia.  Pagi ini rupiah melorot menembus level 11.800.

Saham LQ45 yang memimpin penguatan adalah PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dengan kenaikan 2,82%, diikuti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dengan kenaikan 1,24%, serta PT Global Mediacom Tbk (BMTR) yang menguat 0,98%.

Penurunan LQ45 terbesar dialami oleh PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG) sebesar 1,57%, diikuti PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) sebesar 1,18%, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 1,11%.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan melaju seiring dengan aksi bargain hunting menyusul pelemahan IHSG beberapa waktu lalu.

Selain itu, pergerakan indeks hari ini bakal dipengaruhi oleh rilis data-data ekonomi lokal. IHSG hari ini diprediksi akan bergerak dikisaran 4.890-4990. Saham-saham yang dapat menjadi pilihan pada hari ini antara lain INDF, INTP dan AISA.

Regi Fachriansyah / Equity Analyst at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens

 


Distribusi: Vibiznews

Speak Your Mind

*

*