Data Ekonomi Internal Jadi Katalis, Pasar Domestik Bergerak Positif

Data Ekonomi Internal Jadi Katalis, Pasar Domestik Bergerak Positif

Data Ekonomi Internal Jadi Katalis, Pasar Domestik Bergerak PositifFinanceroll – Pada perdagangan Rabu (8/1) pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat sebesar 41 poin ke posisi Rp 12.221 dibandingkan sebelumnya Rp 12.262 per dolar AS. Kurs rupiah bergerak stabil dengan kecenderungan menguat meski tidak signifikan.  Sementara laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif naik-turun antara zona merah dan hijau sebelum akhirnya ditutup naik 24 poin. Indeks berhenti pas di level 4.200.�

Data Badan Pusat Statisttik (BPS) yang dirilis pada awal Januari lalu masih dinilai positif oleh pelaku pasar, namun di sisi lain akan dilaksanakannya pengurangan stimulus keuangan oleh bank sentral Amerika Serikat (the Fed) membatasi pergerakan rupiah.  Kurs rupiah masih akan stabil dalam jangka menengah di level Rp 12.050-Rp 12.300 per dolar AS. Pergerakan rupiah dibayangi keluarnya dana asing (capital outflow) pada negara-negara berkembang, termasuk Indonesia akibat kebijakan the Fed itu.

Dari internal, investor masih terlihat waspada menantikan hasil pertemuan kebijakan moneter dari Bank Indonesia (BI rate) yang akan dilaksanakan pada Kamis (9/1) di tengah perlambatan ekonomi Indonesia dan cukup tingginya inflasi.

Dari eksternal,  investor juga sedang menanti data tenaga kerja Amerika Serikat di akhir pekan mendatang serta seberapa agresif  kebijakan pengurangan stimulus akan dijalankan oleh the Fed.  Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada hari Rabu ini (8/1), tercatat mata uang rupiah menguat menjadi Rp 12.229 dibanding sebelumnya (7/1) di posisi Rp 12.262 per dolar AS.

Dari bursa saham, pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 14,477 poin (0,35%) ke level 4.190,716 diberi semangat dari positifnya bursa-bursa regional. Posisi indeks yang sudah jenuh jual dimanfaatkan investor untuk aksi beli.  Sejumlah saham yang sudah jatuh kemarin langsung jadi sasaran aksi beli, terutama saham-saham unggulan di sektor komoditas dan finansial. Secara perlahan indeks terus menanjak di zona hijau.

Menutup  perdagangan sesi I, IHSG turun tipis 0,960 poin (0,02%) ke level 4.174,846 jatuh lagi ke zona merah terkena aksi ambil untung padahal pagi tadi sempat menguat. Aksi jual dilakukan investor asing.  Beberapa saham agrikultur, tambang, dan finansial bertahan di zona hijau. Tapi sayang enam sektor lainnya melemah membuat IHSG jatuh ke teritori negatif sampai ke titik terendahnya di 4.161,193.

Tercatat Indeks kembali balik arah jelang penutupan perdagangan. Aksi beli di saham emiten sawit berhasil mendorong IHSG bergerak ke atas. Saham tambang dan bank juga ikut menguat.  Pada akhir  perdagangan, Rabu (8/1), IHSG naik 24,787 poin (0,59%) ke level 4.200,593. Sementara Indeks unggulan LQ45 menguat 4,510 poin (0,65%) ke level 698,982. [geng]

facebookgoogle_plusredditpinterestlinkedinmail


Sumber: http://financeroll.co.id/feed/

Speak Your Mind

*

*