China Bikin geger, Rupiah dan Ringgit Balik ke Titik 1998

Jakarta -China benar-benar bikin geger dunia keuangan. Langkah bank sentralnya, the People Bank’s of China, menurunkan nilai tukar yuan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) langsung membuat pelaku pasar ketakutan.

Sebab, ekspor China sudah melambat di Juli dan mereka harus menaikkan daya saing barang ekspornya dengan melemahkan yuan. Hal ini ditanggapi pelaku pasar dunia dengan menganggap ekonomi Negeri Tirai bambu akan melambat sampai akhir tahun ini.

Akibatnya mata uang negara-negara Asia berjatuhan, disusul dengan pasar sahamnya masing-masing. Rupiah dan ringgit menjadi mata uang yang terkena imbas kebijakan China ini.

Dari data Reuters, Kamis (13/8/2015), empat tahun lalu, dolar AS masih Rp 8.500 dan 3 ringgit saja. Kini, dolar AS sudah makin mendekati Rp 14.000 dan 4 ringgit. Keduanya balik lagi ke titik yang sama pada 17 tahun lalu alias saat krisis moneter 1998.

Sejak awal tahun hingga kemarin, rupiah sudah anjlok hingga -10% sementara ringgit -13% terhadap dolar AS. Koreksinya paling parah di antara mata uang Asia lainnya, misalnya baht Thailand (-6,4%) atau peso Filipina (-2,2%).

(ang/dnl)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


Distribusi: finance.detik

Speak Your Mind

*

*