Bursa Sydney Menguat Signifikan, Terkerek Data Ekonomi AS

Bursa Sydney Menguat Signifikan, Terkerek Data Ekonomi AS

Setelah dibuka di area positif pagi hari tadi, perdagangan bursa saham Australia akhir pekan ini melanjutkan tren positifnya dan kembali ditutup menguat pada level tertinggi selama lebih dari lima setengah tahun terakhir. Hal ini didukung oleh kabar baik dari rilis data Amerika Serikat dan semakin kondusifnya perkembangan politik Rusia dan Ukraina.

Hari ini, Jumat (07/03/2014) indeks benchmark di bursa Sydney ditutup menguat. Indeks S&P ASX 200 tersebut membukukan kenaikkan sebesar 0,3 persen ke posisi 5462.3 poin.  Sementara indeks All Ordinaries naik 0,32 persen menjadi 5477 poin.

Hijaunya bursa Australia mengikuti penguatan data tenaga kerja Amerika Serikat setelah jumlah warga yang ingin mengajukan tunjangan pengangguran turun minggu lalu ke level terendahnya semenjak bulan November. Juga didukung oleh pernyataan Gubernur Reserve Bank of Australia, Glenn Stevens yang mengindikasikan besaran official cash rate akan dipertahankan.

Analis menilai investor sedang mengambil posisi menyusul data AS yang tadi malam cukup menggembirakan dan rilis data China pada esok hari. Investor lebih fokus pada rilis data ekonomi inti dan hal ini menunjukkan perbaikan yang kian positif

Penguatan bursa sydney pada perdagangan hari ini dipimpin oleh saham-saham sektor pertambangan yang hampir seluruhnya menguat dan sektor keuangan yang terpatau mix.

Di sektor pertambangan BHP Billiton naik 0.16 persen menjadi $ 37.72, sementara pesainganya Rio Tinto naik 0.56 persen menjadi $ 64.94. Sedangkan, Fortescue Metals naik 0.37 persen ke level $ 5.43 , Whitehaven Coal melompat 0.54 persen ke posisi $ 1.86 dan Oil Search menguat 0.91 persen ke posisi $8.89.

Di sektor keuangan, pergerakan saham terpantau mixed dimana ANZ ditutup menguat 0.03 persen menjadi $ 32.58 dan Commonwealth Bank  juga naik  0.6 persen menjadi $ 76.00. Sementara itu National Australia Bank melemah 0.32 persen menjadi $ 34.73, disusul Westpac yang jatuh 1.19 persen menjadi $ 33.90.

Sedangkan emiten asuransi terpantau menguat yakni, QBE yang naik 0.55 persen ke posisi $12.72, sementara IAG naik 0.37 persen ke level $5.44 dan Suncorp juga menguat 0.24 persen menjadi $12.43.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting melihat bahwa perdagangan awal pekan nanti di bursa Australia masih akan melanjutkan pergerakan yang menguat, ditunjang dengan banyaknya rilis data ekonomi di kawasan Asia khususnya China. Indeks ASX 200 diprediksi akan bergerak pada kisaran 5450 – 5481 poin.

Regi Fachriansyah /Junior Analyst Equity Research at Vibiz Research

Editor: Rimba Laut


(Sumber : http://vibiznews.com/feed/ )

Speak Your Mind

*

*