Bursa Global Bergerak Mixed, Pasar Tunggu The Fed Dan Data Industri Tiongkok

Bursa saham global bergerak mixed di tengah volume perdagangan yang rendah sementara dolar bertahan pada kisaran yang sempit karena investor mempertimbangkan komentar
terakhir dari pejabat Federal Reserve mengenai suku bunga dan ekonomi.

Bursa saham Eropa sedikit melemah dan indeks Kospi Korea Selatan membalikkan kenaikan awal, jatuh untuk pertama kalinya dalam tujuh sesi. Saham Hong Kong menguat.
Bursa saham A.S., Inggris dan Tiongkok masih tutup.

Mata uang rand kembali menguat setelah Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma selamat dari tawaran beberapa anggota pimpinan puncak Kongres Nasional Afrika untuk memecat
dari jabatannya.

Kinerja ekonomi Tiongkok untuk bulan Mei menunjukkan perlambatan pertumbuhan yang terus berlanjut seiring pembuat kebijakan meningkatkan upaya untuk menekan risiko
keuangan. Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel memberikan indikasi terkuatnya bahwa Eropa dan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump akan hanyut.

Pembuat kebijakan Fed termasuk Lael Brainard dan Patrick Harker dijadwalkan berbicara pada acara minggu ini menyusul komentar Williams pada hari Senin, menjelang
periode tenang menjelang pertemuan pengambil keputusan yaitu tanggal 3 Juni mendatang.

Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi berbicara kepada Parlemen Eropa pada hari Senin.
Data Tiongkok tentang industri manufaktur dan dan jasa akan jatuh tempo pada 31 Mei.
Laporan pekerjaan bulanan A.S. akan jatuh tempo pada hari Jumat, tanggal 2 Juni mendatang.

Saham

Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,1 persen pada pukul 8:33 pagi di London. MSCI Asia Pacific Index turun 0,1 persen.

Indeks Topix menguat kurang dari 0,1 persen. Indeks S & P / ASX 200 Australia turun 0,8 persen. Hang Seng meningkat 0,3 persen dan Indeks Hang Seng China Enterprises
naik 0,4 persen.

Harga saham perusahaan-perusahaan pengembang di Tiongkok memperpanjang reli terbesar di Asia tahun ini, dengan China Evergrande Group melonjak ke rekor di bursa Hong
Kong.

Kospi turun 0,1 persen setelah melonjak 0,7 persen di awal hari. Indeks ditutup minggu lalu di level tertinggi sepanjang masa. Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik lainnya, beberapa hari setelah para pemimpin dunia mendesak Kim Jong Un untuk meninggalkan program senjata nuklirnya.

Mata Uang

Pound Inggris naik 0,2 persen setelah penurunan mingguan terbesar sejak November. Euro tergelincir 0,1 persen menjadi $ 1,1170.

Indeks rand turun 0,3 persen setelah menghapus kenaikan 1,8 persen. Yen naik kurang dari 0,1 persen menjadi 111,31 per dolar.

Komoditi

Harga minyak mentah turun 0,1 persen menjadi $ 49,74 per barel setelah menguat 1,8 persen pada hari Jumat yang mengurangi kerugian mingguan. Sementara harga emas
bergerak datar di $ 1,267.13 per ounce.

Selasti Panjaitan/ VMN/VBN/ Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

 


Distribusi: Vibiznews

Speak Your Mind

*

*