Bunga The Fed Siap Angkat Harga Obligasi

INILAHCOM, Jakarta Dalam sepekan ke depan, laju pasar obligasi diprediksi menguat dalam rentang 45 hingga 90 basis poin. Redanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed jadi salah satu katalisnya.

“Meski sempat membuat kami khawatir namun, laju pasar obligasi mampu berbalik naik meski tipis,” kata Reza Priyambada, kepala riset NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI) kepada INILAHCOM di Jakarta, Minggu (12/4/2015).

Adanya beberapa sentimen positif sekaligus berkurangnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap makin melemahnya rupiah dan peluang kenaikan The Fed mampu membuat pasar obligasi bergerak positif. “Meski kali ini, pemerintah melakukan penyerapan dalam angka yang lebih rendah dari sebelumnya, telah melewati target indikatif,” papar dia.

Tentunya Reza masih berharap akan berlanjutnya sentimen positif, termasuk masih akan tetapnya level BI rate saat ini untuk mendukung penguatan lanjutan dari pasar obligasi. “Di pekan depan, laju pasar obligasi dimungkinkan berlanjut positif dengan asumsi tidak terdapat data-data makro yang menimbulkan aksi jual,” ucapnya.

Kemungkinan laju harga obligasi akan bergerak dengan rentang 45 hingga 90 bps. “Untuk itu, tetap cermati perubahan dan antisipasi sentimen yang ada,” tuturnya.

Dalam sepekan ke depan, pemerintah Indonesia akan kembali melakukan Lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiahpada hari Selasa, 14 April 2015. Jumlah indikatif yang dilelang sebesar Rp10 triliun dengan seri-seri sebagai berikut:

Seri SPN12160107 (reopening) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada tanggal 7 Januari 2016; Seri FR0069 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 7,875% (tujuh koma delapan tujuh lima per seratus) dan jatuh tempo pada tanggal 15 April 2019;dan Seri FR0071 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 9,000% (sembilan per seratus) dan jatuh tempo pada tanggal 15 Maret 2029.[jin]


Distribusi: Inilah.com – Pasarmodal

Speak Your Mind

*

*