Bumiputera Punya Presiden Direktur Baru, Rally Masih Tertahan

PT Bank ICB Bumiputera Tbk (BABP) memiliki presiden direktur baru setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia memberikan persetujuan pengangkatan Eddy Rainal Sinulingga. Kepastian tersebut tertuang melalui publikasi ICB Bumiputera kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Eddy ditunjuk ICB Bumiputera melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada akhir tahun lalu.

Dalam keterangan itu disebutkan, pegangkatan Eddy sebagai presiden direktur ICB Bumiputera menunjuk ketentuan Peraturan Bapepam LK . ICB Bumiputera melaporkan bahwa persetujuan itu berdasarkan surat OJK No. SR-21/D.03/2014 tanggal 7 Maret 2014 tentang Keputusan Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test atas pengangkatan Direktur ICB Bumiputera) yang diterima pada 14 Maret 2014.

Hingga kuartal III tahun 2013, PT Bank ICB Bumiputera Tbk (BABP) melaporkan mencatatkan laba bersih mencapai Rp 3,42 miliar. Perolehan  laba bersih ini menurun 8,4 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya senilai Rp 3,74 miliar. Menurut perseroan, penurunan ini sejalan dengan penghasilan bunga bersih yang turun menjadi Rp 220,40 miliar di kuartal III 2013 dari Rp 237,37 miliar di kuartal III 2012.

Untuk penghasilan operasional tercatat turun dari Rp 323,05 miliar di kuartal III tahun lalu menjadi Rp 297,34 miliar di kuartal III tahun ini. Sementara itu, penyaluran kredit di kuartal III tahun ini tercatat meningkat 15,55 persen menjadi Rp 5,49 triliun dibandingkan di periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4,75 triliun.

Untuk loan to deposit ratio tercatat sebesar 85,59 persen, fee income ratio sebesar 25,88 persen, rasio kecukupan modal (CAR) 12,52 persen dan non-performing loan (NPL) net di level 3,94 persen

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari Rabu (19/3/14), saham BABP dibuka naik 1 poin ke level 149, dan setelah itu pergerakan BABP aktif di kisaran 147-149. Frekuensi perdagangan awal saham BABP cukup ramai dengan volume perdagangan mencapai 1 juta lot saham.

Melihat indikator teknikal, harga saham BABP sejak awal pekan ini sempat terkoreksi dari kenaikkan tajam, dimana candle sudah kembali ke area indikator MA  dab bolinger band tengah yang terlihat melebar, sementara stochastic yang sejak 2 minggu lalu masuk area jenuh beli bergerak turun ke level 85%

Hal ini mengindikasikan harga BABP saat ini masih dalam konsolidasi dan bergerak sideways. Indikator ADX bergerak menguat ketika  +DI menunjukan bergerak turun di posisi 26.  Dengan kondisi teknikalnya, maka diperkirakan harga masih mencari dalam tren pelemahan di area support Rp 135 hingga resistance Rp 152.

 

Regi Fachriansyah /Junior Analyst Equity Research at Vibiz Research/VM/VBN

Editor: Jul Allens


Distribusi: Vibiznews

Speak Your Mind

*

*