Berencana Mengekspor Nikel, Saham INCO Masih Cari Pijakan Kuat

Berencana Mengekspor Nikel, Saham INCO Masih Cari Pijakan Kuat

Selama 35 tahun beroperasi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengakui belum pernah melakukan ekspor mineral mentah (raw/ore). Saat ini perusahaan telah melakukan pengelolaan dan pemurnian nikel sehingga 78% sudah memenuhi aturan pemerintah. Perusahaan akan memproses produk baru tersebut sehingga memenuhi persyaratan yang dihendaki pemerintah.

PT Vale Indonesia Tbk juga sudah memproduksi nikel 200 hingga 250 metrik ton per hari. Nikel tersebut akan dikirim ke Jepang awal dan akhir bulan Januari ini. Nikel tersebut mempunyai kadar 78% dengan harga US$ 14.000 AS per metrik ton sehingga yang dibayar hanya 78% saja.

Cukup menarik apabila melihat performa perusahaan dalam laporan keuangan kuartal III tahun lalu. Perusahaan terus menuju kerah yang cukup positif, hal tersebut telihat dari peningkatan revenue perusahaan dari US$ 693,68 juta pada tahun 2012 meningkat menjadi US$ 721,07 juta pada tahun lalu di kuartal yang sama. Peningkatan yang cukup signifikan juga terlihat dari laba bersih perusahaan yang meningkat hingga 63% jika  dibandingkan dengan tahun 2012.

Jika dailihat dari rasio keuangannya perusahaan mencatatkan pertumbuhan, ROA perusahaan naik dari 1.25% pada tahun 2012 menjadi 2.04% pada tahun lalu. Pertumbuhan juga diikuti dengan ROE perusahaan yang meningkat dari 1.69% pada tahun 2012 menjadi 2.71% pada tahun lalu.

Dari segi pergerakan sahamnya di bursa, pada hari Rabu (09/01) saham INCO berada pada level Rp 2.200 atau naik 10 point dari penutupan hari sebelumnya, sempat menyentuh level tertinggi di Rp.2215 dan terendah di Rp.2185.

Analis Vibiz Research memperkirakan saham masih akan sulit keluar dari tekanan. Indikator-indikator seperti MACD dan ADX belum memberikan sinyal saham akan bergerak kearah yang positif. Saham akan bergerak di area Rp 2.165 sebagai titik support dan Rp 2.240 sebagai titik resistance. Sebaiknya bagi investor untuk tidak menentukan posisi terlebih dahulu sampai adanya sentimen positif yang mampu mengembalikan trend kearah yang lebih positif.

 

(sb/JA/vbn)


(Sumber : http://vibiznews.com/feed/ )

Speak Your Mind

*

*