Bank BJB Dilanda Kredit Macet, Sahamnya Belum Mampu Bangkit

Sepanjang tiga bulan pertama tahun 2014, PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten, Tbk. (BJBR) mencatatkan peningkatan rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL)
Triwulan I-2014, NPL bank dengan kode emiten BJBR ini melonjak menjadi 3,8%. Angka ini meningkat 171 basis poin (bps) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang sebesar 2,1%.

Perseroan mengungkapkan, lonjakan NPL pada kuartal I-2014 terjadi di semua segmen kredit, kecuali kredit konsumer. Itu pun tipis.  NPL kredit komersial bank dengan nama beken Bank BJB ini naik 4,1% menjadi 11,1%. NPL kredit pemilikan rumah (KPR) naik 1,1% menjadi 4,1%. Sedangkan NPL kredit konsumer turun sebesar 0,01% menjadi 0,11%.

Pada kredit mikro, NPL tercatat meningkat 10,7%. Meski BJBR optimistis perseroan akan mampu menekan NPL hingga 2,5%. Caranya adalah dengan memperbaiki bisnis proses dan model. 

Bank BJB memperbaiki bisnis proses untuk penangangan kredit. Sebelumnya, satu nasabah dipegang oleh beberapa account officer. Dengan sistem yang baru, semua keperluan kredit satu nasabah dipegang oleh satu account officer. 

Nah, model bisnis baru tersebut akan mulai diterapkan pada akhir Mei. Bien berharap NPL akan mulai turun pada triwulan III-2014.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham awal bulan ini, Jumat (2/5/14), saham BJBR dibuka turun 5 poin di posisi 970. Dengan pergerakan harga dikisaran 955-970. Volume awal perdagangan saham BJBR mencapai 480 ribu lot saham dan terus bertambah.

Melihat indikator teknikal, harga saham BJBR saat ini terus mengalami pelemahan sejak pertengahan bulan lalu. Dimana indikator MA terus bergerak turun menuju bolinger band bawah. Dan candle yang telah menembus BB bawah. Selain itu indikator stochastic menunjukan harga yang berada pada zona jenuh jual dan bergerak cenderung stagnan.

Sementara itu indikator ADX bergerak flat ketika  +DI menunjukan bergerak melemah di level 23, hal ini menunjukan efek pelemahan BJBR akan berlanjut. Diprediksi BJBR belum mampu bangkit mengingat kinerja keuangan kuartal I yang kurang memuaskan. Dengan kondisi fundamental dan teknikalnya, maka harga bergerak di level support Rp 948 hingga resistance Rp 1150.

 

 

Regi Fachriansyah / Equity Analyst at Vibiz Research/VM/VBN

Editor: Jul Allens


Distribusi: Vibiznews

Speak Your Mind

*

*