Antisipasi Kebijakan Baru BI, Rupiah Masih Berpeluang Menguat

Antisipasi Kebijakan Baru BI, Rupiah Masih Berpeluang MenguatFinanceroll – Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, pada Selasa (11/3) diprediksi menguat seiring ekspektasi kenaikan BI rate pada kuartal kedua 2014.  Hari ini  kemungkinan investor bersikap wait and see jelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), Kamis (13/3). Namun, mata uang RI ini masih berpotensi menguat seiring potensi kenaikan BI rate pada kuartal kedua 2014.

Potensi kenaikan suku bunga acuan itu seiring kekhawatiran data ekonomi yang agak melambat dari global. Ini yang memicu kekhawatiran defisit neraca perdagangan dan neraca berjalan tidak menyusut secepat perkiraan sebelumnya.  Karena itu, rupiah masih ada potensi kembali menguat ke 11.320 sedangkan potensi pelemahan sudah terbatas di level Rp 11.450 per dolar AS.

Selain itu, masih ada risiko dari tapering The Fed sehingga masih ada potensi kenaikan BI rate untuk mengantipasi kondisi-kondisi tersebut.  Data lain yang ditunggu dari dalam negeri laporan yaitu indeks penjualan ritel Indonesia. Angkanya sudah dirilis tumbuh 28,4% (year on year) dari publikasi sebelumnya 26,6%.

Dari eksternal, tidak ada rilis data ekonomi yang penting.  Kemungkinan dari eksternal belum ada perubahan katalis. Eksternal masih terkait dari masalah perlambatan China dan situasi di Ukraina.  Kemudian, Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan referendum Krimea untuk bergabung dengan Rusia adalah illegal. Sementara itu, pihak Rusia sendiri justru masih memperkuat posisinya di kawasan Krimea dengan alasan terdapat populasi Rusia yang ingin bergabung dengan Rusia.

Negara Barat masih menentang dan bahkan AS mengancam akan segera memberikan sanksi embargo bagi Rusia.  Untuk diketahui, kurs rupiah terhadap dolar AS   di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (10/3) ditutup menguat 75 poin (0,66%) ke posisi Rp 11.360-11.370. [geng]


Distribusi: Financeroll Indonesia

Speak Your Mind

*

*