Analisa Komprehensif Forex, 13 Juni 2016

Financeroll – Dolar tetap menguat terhadap mata uang utama lainnya pada sesi akhir pekan lalu setelah data menunjukkan bahwa sentimen konsumen AS bulan ini memburuk namun tetap lebih baik daripada ekspektasi para ekonom yang pada akhirnya  menambah optimisme atas kekuatan ekonomi AS. Indeks dolar AS naik 0,28% ke 94,36. Dalam laporan awal, University of Michigan mengatakan indeks sentimen konsumen jatuh ke 94,3 pada Juni dari 94,7 bulan sebelumnya, dibandingkan dengan ekspektasi untuk penurunan ke 94,0. Data itu menambah optimisme atas kekuatan ekonomi setelah Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada hari Kamis bahwa jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran awal pada pekan yang berakhir 4 Juni secara tak terduga turun ke 264.000. Laporan itu dirilis setelah sepekan lalu Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan bahwa suku bunga tidak akan naik sampai ketidakpastian atas prospek ekonomi teratasi. FedWatch Tool dari Grup CME pada hari Jumat menunjukkan bahwa ada probabilitas 1,9%  FOMC akan menaikkan suku pada bulan pekan ini. Probabilitas setidaknya akan ada satu kenaikan suku bunga pada tahun 2016 mencapai 58,8%. EURUSD turun 0,27% menjadi 1,1287, terendah sejak 3 Juni. Euro tetap berada di bawah tekanan setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi pada hari Kamis memperingatkan bahwa pertumbuhan yang lemah di zona euro bisa menyebabkan “kerusakan abadi” di wilayah tersebut. Dolar juga bergerak lebih tinggi terhadap pound, dengan GBPUSD turun 0,88% di level terendah tujuh minggu 1,4331. Pound masih di bawah tekanan jual di tengah kekhawatiran potensi kemenangan pendukung Brexit pada referendum U.K. yang dijadwalkan pada 23 Juni. Dolar Australia melemah, dengan AUDUSD turun 0,38% di 0,7402. …


Distribusi: Financeroll Indonesia

Speak Your Mind

*

*