Aksi Realisasi Untung Bayangi Penguatan IHSG

INILAHCOM, Jakarta – Peluang penguatan lanjutan IHSG Rabu (22/4/2015) diprediksi dibayangi aksi ambil untung pemodal dalam rentang 5.435-5.485. Inilah rekomendasi tujuh saham.

Setelah sepekan bergerak kurang bergairah, perdagangan saham kemarin kembali marak dengan aksi beli menyusul sentimen positif pasar saham global dan kawasan Asia. IHSG pada perdagangan kemarin berhasil keluar dari rentang konsolidasi, menguat 59 poin (1,1%) di 5.460,573.

Nilai transaksi di pasar reguler meningkat mencapai Rp4,6 triliun dan asing mencatatkan nilai pembelian bersih Rp153,34 miliar. “Hampir seluruh saham sektoral mengalami penguatan kecuali saham tambang logam,” kata David Sutyanto, analis First Asia Capital kepada INILAHCOM di Jakarta, Rabu (22/4/2015).

Penguatan IHSG, lanjut dia, dipicu sentimen positif kawasan merespons kebijakan stimulus lanjutan otoritas China setelah People’s Bank of China (PBoC) awal pekan ini kembali memangkas rasio pencadangan perbankan sebesar 100 basis poin atau 1% menjadi 18,5%.

Kebijakan stimulus yang diambil otoritas China untuk menahan laju perlambatan ekonomi negara tersebut telah mendorong reli pasar saham China sejak awal tahun ini yang tercermin dari lonjakan indeks composite Shanghai hingga 33% secara tahunan.

Selain sentimen positif kawasan, penguatan IHSG kemarin juga ditopang sejumlah isu individual terutama pembagian dividen sejumlah emiten. Namun penguatan IHSG kemarin tidak ditopang pergerakan rupiah. Sebaliknya rupiah kembali melemah 0,5% atas dolar AS di 12.955, menyusul penguatan dolar AS atas mata uang kawasan Asia.

Sementara Wall Street tadi malam gagal ditutup di teritori positif menyusul sejumlah rilis laba kuartal I-2015 korporasi di bawah ekspektasi. Hanya indeks Nasdaq yang menguat 0,39% di 5.014,10 didorong kenaikan saham biotech yang akan melakukan aksi korporasi M&A. Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,47% dan 0,15% tutup di 17.949,59 dan 2.097,29.

Pada perdagangan Rabu ini, pergerakan IHSG akan dibayangi dengan pergerakan rupiah yang berpotensi kembali melemah. Selain faktor rupiah, pasar juga akan digerakkan dengan sentimen individual seperti rilis laba kuartal I-2015 dan pembagian dividen.

Peluang penguatan lanjutan IHSG akan dibayangi aksi ambil untung pemodal. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5.435 dan resisten di 5.485 berpeluang menguat terbatas. Secara teknikal, support pertama IHSG berada di 5.435 dan support kedua di posisi 5.415. Di sisi lain, resisten pertama di angka 5.485 dan resisten kedua di posisi 5.520.

Di atas semua itu, David menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:


Distribusi: Inilah.com – Pasarmodal

Speak Your Mind

*

*