Aksi Ambil Untung Berlangsung Masif, Pasar Domestik Melambat

Aksi Ambil Untung berlangsung Masif, Pasar Domestik MelambatFinanceroll – Pada perdagangan Selasa (18/3) pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta,   melemah sebesar 32 poin menjadi Rp 11.324 dibanding sebelumnya Rp 11.292 per dolar AS.  Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada sore kemarin  cukup wajar setelah menguat signifikan dalam beberapa hari terakhir ini.  Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergerus  70 poin akibat aksi ambil untung. Maraknya sentimen negatif hampir menghilangkan semua poin yang sudah dicetak IHSG akhir pekan lalu.

Tekanan mata uang domestik masih cenderung terbatas sehingga peluang penguatan masih terbuka ke depannya menyusul ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif.  Di sisi lain, eforia terkait politik juga akan menambah kontribusi mata uang rupiah untuk kembali terangkat.

Diperkirakan  tren penguatan rupiah akan terus berlanjut hingga periode Pemilu selesai, setelah itu pasar akan mencermati fundamental ekonomi domestik.  Ekspektasi pasar terhadap pemimpin baru masih positif karena investor meyakini bahwa kebijakan yang akan dikeluarkan akan mendukung pembangunan infrastruktur sehingga imbasnya akan ke pasar investasi. Investor berharap pemimpin baru tetap mendukung industri keuangan.

Dari bursa saham, pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG anjlok 44,476 poin (0,91%) ke level 4.831,712 terkena aksi ambil untung yang marak dilakukan investor domestik. Indeks sempat positif di awal-awal perdagangan.  Hanya satu sektor yang masih bisa bertahan positif, yaitu indeks sektor manufaktur. Sembilan sektor lainnya kena koreksi dan masuk teritori negatif.

Pada akhir  perdagangan, Selasa (17/2), IHSG ditutup anjlok 70,576 poin (1,45%) ke level 4.805,612. Sementara Indeks LQ45 ditutup jatuh 16,003 poin (1,93%) ke level 812,437.  Meski demikian, investor asing masih getol berburu saham. Transaksi investor asing hingg sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 695 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 270.513 kali pada volume 6,224 miliar lembar saham senilai Rp 8,238 triliun. Sebanyak 80 saham naik, 222 saham turun, dan 76 saham stagnan.  Hampiar seluruh bursa regional bisa menguat sore ini berkat meredanya ketegangan antara Rusia dan Ukraina di Crimea. Bursa saham Jepang memimpin penguatan setelah nilai tukar yen melemah terhadap dolar AS.

Sementara situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,52 poin (0,08%) ke level 2.025,20, Indeks Hang Seng naik 109,55 poin (0,51%) ke level 1.583,50, Indeks Nikkei 225 menanjak 133,60 poin (0,94%) ke level 14.411,27, dan  Indeks Straits Times melemah 3,82 poin (0,12%) ke level 3.088,32. [geng]


Distribusi: Financeroll Indonesia

Speak Your Mind

*

*