Agenda Pilpres di Eropa Ancam Stabilitas Ekonomi

INILAHCOM, Berlin – Deutsche Bank menganalisa perkembangan politik di Italia berpotensi menimbulkan ancaman stabilitas di Uni Eropa. Meskipun Prancis akan menggelar pemilihan presiden di tahun ini.

Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi telah mengundurkan diri dari Partai Demokrat (PD) pada pekan lalu. Perkembangan ini memunculkan spekulasi terjadi perpecahan di dalam kekuatan politik Negeri Pizza tersebut.

“Dalam pandangan kami, Italia mewakili risiko utama untuk stabilitas di kawasan Uni Eropa,” kata ekonom senior bank asal Jerman ini, Marco Strina seperti mengutip cnbc.com.

Perkembangan terakhir memunculkan spekulasi meningkatkan perpecahan di PD. Peta politik ini telah melebarkan yield spread antara obligsai Itala dan Jerman untuk tenor 10 tahun. Perkembangan ini sebagai spread terbesar sejak Februari 2014.

Analis Deutsche Bank memproyeksikan bulan September tahun ini akan menjadi waktu yang paling mungkin untuk pemilu di Italia. Sebab Renzi masih tetap ingin maju sebelum menyusun rancangan anggaran 2018 untuk Komisi Eropa di bulan Oktober.

Sementara di Prancis, pilpres baru mengalami dua kali putalan dimulai bulan April dan berakhir bulan Mei. Marine Le Pen, pemipin anti kemapanan dari Partai Nasional telah berjanji untuk menegosiasi ulang keanggotaan Prancis dari Uni Eropa jika terpilih jadi presiden.

“Kami berpikir , probabilitas dari suatu perkembangan negatif di Italia pada jangka pendek dan menengah atau lebih besar dari kemenangan pemimpin Front Nasional, Le Pen dalam pilpres Prancis yang akan datang,” jelas Stinga.

Dengan mengasumsikan pemilu dalam bahaya, investor bisa saja gugup tentang prospek pilpres di Eropa tahun ini. Sebab investor memiliki pengalaman gagal dalam memprediksi referendum di Inggris. Kemenangan kubu Brexit merupakan hasil yang tak terduga saat itu. Bahkan munculnya Donald Trump sebagai pemenang pilpres AS juga di luar dugaan.

Analis di Muzuho dan Deutsche Bank sama-sama menyimpulkan harus ada aliansi yang terbentuk untuk memperkuat kubu sosialis. Asumsinya Le Pen akan kalah babak kedua oleh calon lain.

“Semacam aliansi jika terwujud akan menempatkan Le Pen musuh bersama dari Macron atau Fillon sehingga Le Pen dalam bahaya,” kata tim analis di Muzuho.

 


Distribusi: Inilah.com – Pasarmodal

Speak Your Mind

*

*