ADHI Berencana Garap Lahan Monorel, Rally Saham Berlanjut

Memiliki pengalaman dan teknologi pembangunan konstruksi awal monorel digadang menjadi modal utama PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang berencana mengembangkan lini bisnisnya ke bidang penyelenggaraan sarana dan prasarana perkeretaapian.

Kebutuhan yang mendesak akan transportasi massal di kota-kota besar memicu perseroan mengambil peluang ini. Sehingga ekspansi pada sektor baru itu memungkinkan perseroan untuk mengerjakan proyek monorel. Dengan ekspansi dalam bidang usaha baru itu akan menambah recurring income perusahaan konstruksi tersebut.

Dari kinerjanya di sepanjang tahun 2013, ADHI membukukan pertumbuhan laba hingga Rp 409 miliar dimana nilai ini menigkat hingga 91,8% dari perolehan tahun 2012. Perolehan pendapatan juga melonjak sebesar 28,47% dari total pendapatan di tahun 2012. Dengan presentase peningkatan laba yang lebih besar, terlihat bahwa perseroan melakukan efisiensi yang cukup baik sehingga dapat memperoleh pertumbuhan laba yang maksimal.

Peningkatan efisiensi juga dibuktikan dengan peningkatan niai ROA dan ROE menjadi 4,21% dan 25,82% dimana pada tahun sebelumnya sebesar 2,71% dan 18,05%. Dengan kinerja yang positif ini juga didukung dengan nilai rasio utang terhadap ekuitas sebesar 94% yang tergolong masih cukup baik jika dibandingkan dengan PTPP yang mencatatkan nilai DER sebesar 178%.

Didukung dengan kinerja keuangan, rencana investasi baru tersebut membuat Adhi Karya dapat melakukan perencanaan, pemeliharaan dan pengelolaan terpadu, sehingga memiliki pendapatan yang terus meningkat.

Menilik perkembangan dari lantai bursa pada perdagangan saham hari Rabu (12/3/14), ADHI dibuka sempat melemah di level 2675 namun kemudian terus bergerak aktif di kisaran 2670-2740 dan ditutup menguat 5 poin ke level 2700 dengan volume perdagangan terpantau ramai mencapai 15 juta lot saham.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting melihat secara teknikal, harga saham ADHI masih terus menguat walaupun sudah mencapai titik jenuh belinya dimana indikator MA dan candle menembus  bolinger band atas sementara stochastic berada di level 96%. Dengan demikian kondisi rally tersebut telah berlangsung selama 1 bulan lebih..

Hal ini mengindikasikan harga ADHI saat ini cenderung masih dalam tren bullish. Indikator ADX bergerak naik ketika  +DI menunjukan penguatan di angka 51. Dengan kondisi teknikal dan fundamentalnya , maka diperkirakan harga sedang berusaha meneruskan rally dan mengejar resistance baru di area support Rp 1890 hingga resistance Rp 2800. Namun analis menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap kondisi fundamental dan adanya profit taking yang dapat mengkoreksi saham ADHI.

 

Regi Fachriansyah /Junior Analyst Equity Research at Vibiz Research/VM/VBN

Editor: Jul Allens


Distribusi: Vibiznews

Speak Your Mind

*

*